Assalamualaikum to all readers..
Saya merasa lama kita tidak berjumpa yaa..*Sorry klo bahasa rada aneh, lama gak nulis Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, kebanyakan ngomong dengan Bahasa Melayu, kebawa-bawa deh dalam tulisan*
Pernah atau tidakkah kita melambaikan tangan seraya mengucapkan "goodbye, see you, selamat tinggal" dan kata-kata perpisahan lainnya pada "membaca"?
Saya? lha ini, malam ini baru aja saya post "goodbye membaca" di FB dan anehnya kok ya ada 3 orang yang nge-like. Apakah yang terjadi dengan mereka bertiga??
Hmm, membaca... siapa yang gak kenal dengan membaca??
"duh ibu... anaknya pandai ya, kecil-kecil dah bisa membaca."
"Ibu, anaknya mulai membaca umur berapa? anak saya belum 2 tahun dah bisa membaca lho."
"Anak saya bisa membaca dulu lho baru berjalan."
Yap, itu mungkin beberapa contoh kalimat yang biasa kita denger bila ibu-ibu muda pada arisan. Iyah, sekali lagi ibu-ibu muda. Ibu-ibu muda emang hobinya ngegosip, anak kecil aja ampe digosipin. *lho. maaf OOT (out of Topic). koq jadi ngebahas ibu-ibu muda (baca: tante-tante) lagi. :p
Ok, balik ke membaca, So, gak mungkin kan kita mengucapkan kata perpisahan dengan membaca, bahkan orang yang memiliki kekurangan mata (*bukan mata satu yaaa ntar jadinya dajjal lagi) ato lebih tepatnya lemah dalam melihat ato buta (*pening nyari kiasan yang bagus) masih berusaha membaca melalui media huruf Braile (*ada gak siy blog untuk orang buta???)
Stop membaca artinya gak idup ato lebih tetapnya pupus (*bukan pipis)... hehehe
Membaca..dengan membaca kita bisa menulis..dengan menulis kita bisa tukar menukar ilmu (*wuahaha jadi inget pelajaran ekonomi, tukar menukar=jual beli)
Orang yang paling kaya adalah orang yang dengan membaca mampu menghasilkan tulisan yang dengan tulisan itu mampu diperjualbelikan dengan pahala sebagai mata uangnya.
gut nait :P
Welcome home....
Rekan-rekan pembaca..selamat menikmati suguhan yang insyaallah bermanfaat dunia wal akherat...
"Pembaca yang baik meninggalkan komentar-komentar yang bermutu."
Senin, 24 Desember 2012
Goodbye "membaca"
Selasa, 06 November 2012
Kangaroo ato kangguru? sama aja koq
loncat sana loncat sini... ayoo.. layari imajinasi mu dan gambaran apa yang pertama kali "pop up"?
"Kangguruuuuu.." kata mereka yang duduk di sekolah rendah.
"Kangguruu.." bagi mereka tengah sekolah menengah.
"kangaroo..." bagi mereka yang udah akil baligh..
hahaha.. gak nyambung yaa
bukan..bukan.. maksudnya bukan itu. (bingung..jap ea..lagi mikir dulu)
Ooo..yes.. begini. boleh gak siy kita kias kan kangaroo dengan perilaku manusia yang suka lompat sana lompat sini. hmm..
coba deh yaa. manusia yang suka "lompat sana lompat sini" kebanyakan
dikonotasikan negatif. ya gak? tapi bagi kangguru or kangaroo, lompat
sana lompat sini emang udah kebiasaannya. tapi kangguru melompat dengan
penuh tanggung jawab. at least.. dia melompat gak sampe anaknya yang ada
di kantong terjatuh. Iya gak?
so pesan pertama bagi orang yang suka lompat sana sini, jangan sampe ganggu orang lain lebih-lebih buat orang lain susah..
Nah, pesan selanjutnya sila kawanku berimaginasi yaa..^^
Read More......
hahaha.. gak nyambung yaa
bukan..bukan.. maksudnya bukan itu. (bingung..jap ea..lagi mikir dulu)
Ooo..yes.. begini. boleh gak siy kita kias kan kangaroo dengan perilaku manusia yang suka lompat sana lompat sini. hmm..
coba deh yaa. manusia yang suka "lompat sana lompat sini" kebanyakan dikonotasikan negatif. ya gak? tapi bagi kangguru or kangaroo, lompat sana lompat sini emang udah kebiasaannya. tapi kangguru melompat dengan penuh tanggung jawab. at least.. dia melompat gak sampe anaknya yang ada di kantong terjatuh. Iya gak?
so pesan pertama bagi orang yang suka lompat sana sini, jangan sampe ganggu orang lain lebih-lebih buat orang lain susah..
Nah, pesan selanjutnya sila kawanku berimaginasi yaa..^^
semangat yang makin hari makin pupus....TT
semangat
or spirit kyknya sama aja deh.. semua hal gaib dan memahaminya butuh
kepercayaan or iman yang kuat. So klo semangat lagi memudar mungkin saja
secara tidak sadar (pan gue bilang juga hal gaib) keimanan kita lagi
teruji (baca:melemah).
Nah, melemahnya iman selaras dengan
ketakwaan. Mudahnya iman turun...si amin naek.. eh..salah.. iman turun
besar kemungkinan sebab ketakwaan mulai jauh dari keseharian kita.
So..wahai diriku..mari kita kembali pada ketakwaan sehingga iman mu menjadi semangat^^
Read More......
Kamis, 07 Juni 2012
master in pharmaceutical science ato photography
"Mau jadi master in pharmaceutical science ato photography niy?", ujar salah seorang teman.
Saya seperti biasa, senyum aja deh. hahahahaa..*ups...klo barusan mah ketawa... (klo ketawa, maka kita bisa nulis "hahahahaha", tapi klo senyum tulis apa donk??)
Yap, hal baru dan bener-bener baru bagi saya adalah photography. Untuk ceritanya silahkan liat posting sebelumnya yaa.
Namun kondisi sekarang saya sedang dihadapkan pada isolasi senyawa dari tanaman yang insyaAlloh hasilnya bisa menghantarkan saya untuk mendapatkan gelar M.Pharm ato Master in Pharmaceutical science. Itulah jawaban saya untuk pertanyaan di atas.
Lalu, bagaimana dengan fotografi?
Well, master ato pro nampaknya bukanlah suatu tujuan dalam kegiatan yang baru 4 bulan ini saya lakoni. Karena, ya jelas secara akademik saya bukanlah sarjana fotografi. Tapi apa mungkin jadi master? Yeee.. kan dah saya katakan gak itu tujuannya. Ini adalah hobi dan menurut saya bagus.
Simplenya siy, selain "ketrampilan" isolasi dkk, saya pengen punya ketrampilan lain yang itu dilakukan with love. hahaha... Yes.. lagian, ada kepuasan tersendiri lho.. coba aja rasain deh sensasinya..
Selasa, 29 Mei 2012
Starting in photography: harus mulai dari mana yaa??
Hello worlds.
Terakhir kali saya posting di blog ini kurang lebih 3 bulan yang lalu atau lebih tepatnya 24 Februari 2012. Judul postingan kali itu adalah AMBISI. Waw.. Kenapa? Wah, klo itu siy jangan ditanya ya. Saya sudah lupa bagaimana situasi emosional saya ketika itu sehingga menerbitkan coretan tersebut. Namun, Satu quote yang saya ingin tekankan ialah
Kondisi tersebut menyebabkan saya kurang tertarik dengan fotografi (klo orang sunda jadinya fotograpi pake p..pisss). Ya iyalah, my point of view, rada kurang menarik klo ngambil gambar hanya pake handphone. Well, tentunya banyak komunitas yang menentang pendapat saya ini, tapi untuk kali ini itulah kejujuran yang mampu saya sampaikan. Hehehe.
Nah, saya lebih pada point c. Suka liatin hasil karya jepretan orang sambil bergumam, "kapan yaa bisa menghasilkan masterpeace seperti itu."
So, next kita coba liat ya kenapa siy gara-gara topik back to basic: shutter speed bisa menjadi modal dasar memahami fotografi.
see yaaa