Welcome home....

Assalamualaikum wr.wb
Rekan-rekan pembaca..selamat menikmati suguhan yang insyaallah bermanfaat dunia wal akherat...

"Pembaca yang baik meninggalkan komentar-komentar yang bermutu."

Senin, 21 Maret 2011

"Saatnya berkontribusi"

Hmm.. "Saatnya berkontribusi" merupakan kata-kata sakti yang saat ini, ntah kenapa, setiap aq mendengarnya, membacanya, memikirkannya selalu meruntuhkan tembok semangat yang sudah ku bangun setiap harinya sedikit demi sedikit. Apakah dengan ini aq di nobatkan sebagai orang yang paling tidak bersyukur sedunia yak? Namun, itulah kenyataan yang ada saat ini. Bagaimana dengan teman-teman?

Buruk kah bila kita melihat ke belakang apa yang telah pernah kita berikan, baik pada seseorang, teman, almamater, ataupun tempat dimana kita sekarang berada?

Read More......

Menatap lubang WC

Jadi tergerak untuk mengisi lembaran-lembaran yang kosong dalam blog ini. Ternyata niy blog ada yang nengok-in atau aq hanya ke GE-ER-AN karena melihat terus menaiknya hits di blog ini. Walau lambat tapi aq tau suatu saat akan berguna, setidaknya untuk diriku sendiri.

Ada kejadian menarik kemaren, atau mungkin juga kejadian super konyol. Mengapa tidak? pernah dengar kejadian seseorang terkunci di luar dan tidak bisa masuk ke kamar kost karena kunci kamar tersebut tercemplung di WC ketika sehabis BAB. Yap, itulah kejadian kemaren yang aq alami. Jauh-jauh ke Malaysia hanya untuk mengalami hal sekonyol ini. Namun, aq yakin pasti ada hikmah di balik ini semua.

Kurang lebih sekitar pukul 3 sore waktu Malaysia, yang berarti jam 2 siang di Indonesia, aq merasakan ada yang gak beres niy ma perut. Padahal bisa ku pastikan hingga saat itu aq belum makan siang, hanya menengguk sebotol air. "ah, mungkin aja BAB yang tadi pagi selepas bangun tidur belum sempurna", maka dengan niat tulus ingin menyempurnakan BAB. Maka aq pun bergegas ke WC dengan meninggalkan internet dalam posisi online, laptop idup, chating pun masih berlangsung. Bersegeralah aq mengambil kunci, mengunci pintu dari luar, siap menuntaskan apa yang belum tuntas tadi pagi. :))

aq pun tiba di WC, dengan mencari posisi yang strategis, hajat pun ditunaikan. (*gak usah pake dibayangin yak*). Ohya, FYI, WC ku tidak berada di dalam kamar sehingga perlu keluar kamar untuk ke WC dan kebiasaan ku adalah selalu mengunci pintu ketika keluar kamar. Maklum, sering mendengar kabar orang kehilangan HP or laptop di kamarnya akibat meninggalkan pintu tak dikunci hanya untuk ke WC sekalipun WC berada di seberang kamar. WC di sini selalu ada 2 jenis, yakni duduk dan jongkok. Well, demi kesehatan, maka aq memilih WC jongkok.

Selesai menuntaskan hajat, membersihkannya, aq hendak mengenakan kembali celana ku. Yap, di sinilah bencana itu pun datang. Terdengar oleh ku suara kunci jatuh, tapi lain dari biasanya, karena biasanya suara kunci jatuh ke lantai kamar mandi. Nah, ini ada sedikit bunyi "plung". oow.. WTF.. astaghfirullah dalam hati. Kunci lenyap di dalam lubang kecil nan sunyi. Sepersekian detik, aq seperti mimpi. :)) lebay yak.
Ku lihat lubang WC tersebut, barang kali kuncinya mengambang. Yah, mana ada kunci yang dari besi itu akan mengambang, yang ada juga kuncinya segera meluncur entah sampai dimana, dan yang jelas aq gak mau mencari tau tu kunci dah sampe dimana. Intinya " I lost my room key ".

Langsung deh aq bergegas keluar dari WC setelah berpakaian lengkap menuju kamar teman ku yang ada di Lantai 2. Sempat berfikir ketika menatap lubang WC, "apa ku gunakan tangan aja yak untuk mencoba ngambil kunci di lobang WC??". Dengan segera ku tepis pikiran itu, setelah mendapatkan pemandangan kurang bersahabat di lubang WC tersebut (*bagian ini juga gak usah di bayangin yak. Mendingan bayangin makanan aja deh yang enak2*:)). Niat ku selanjutnya adalah mengambil sesuatu yang bisa dimasukkan ke lubang WC, walaupun harapan sangat tipis untuk memperoleh kunci kembali, tapi rasanya kurang puas klo tidak mencoba. Yap, menuju kamar temen yang punya sapu. Singkat cerita, aq menceritakan kejadian sesungguhnya ke temen ku, dan meminjam sapu, kembali ke bawah dengan segera karena takut ada yang menggunakan WC itu dan mem "flush" air dari toilet tersebut.

Sapu sudah di tangan, siap dimasukkan ke lobang WC. Prosesi pun dilangsungkan. berusaha merasakan ujung sapu bersentuhan dengan apapun di dalam lubang WC, berharap ada sesuatu yang menyerupai kunci, tapi semua tinggal harapan. Yang kudapatkan adalah aq harus segera mencuci ujung sapu tersebut dengan sabun dan air panas. Sepertinya lebih baik lagi klo ada alkohol, yap, sterilisasi. :))

Hopeless, kunci hilang, gak ada serep, karena memang oleh officer mahallah, setiap student hanya diberikan satu kunci. Parahnya lagi, hari kejadian adalah hari minggu dan jelas office mahallah yang memegang kunci cadangan tutup. leibh parah lagi, aq belum mandi, wkwkwkwkwkwk, karena niat ku setelah BAB tadi, langsung mandi. Nah. berhubung kunci hilang, gak jadi deh mandinya. :))

Well, berbagai cara gagal dilakukan, mulai dari nyodok2 lubang WC pake gagang sapu, mengambil kawat untuk mencoba berlagak seperti maling yang berhasil membuka pintu dengan kunci letter T. Tetep aja gak ada yang berhasi. Sekalipun berusaha menelpon pejabat office mahallah, jawaban mereka mengatakan berhubung minggu libur, ya tunggu senin aja. haduh. lagi2 manajemen office yang mengecewakan.

Yah, kunci ilang, belum mandi, hujan mulai turun, lapar pula karena dari pagi belum makan. Maka, dengan terpaksa, ngutang dulu deh di kantin. Yang penting, perut terisi, maka insyaallah ide2 akan mengalir. Dan, ternyata bener aja. Setelah selesai makan, berfikir sejenak. Cling....ide muncul. JEBOL TERALIS. ALHAMDULILLAH-NYA JENDELA LAGI TERBUKA.



Nah, inilah tralis yang berhasil dibuka, dan akhirnya aq bisa masuk. Untungnya baut teralisnya agak mudah dibuka dengan bermodal kunci inggris yang minjem temen malay yang punya motor. Setelah dilalukan perjuangan selama kurang lebih 3 jam-an.. Teralis terbuka, aq loncat masuk ke kamar dan membuka dari dalam. Akhirnya, ku kembali ke kamar. Happy ending, walaupun harus membayar denda 50RM karena menghilangkan kunci. Hedew, padahal kan kuncinya sendiri yang meluncur ke lubang WC.

Read More......

Minggu, 13 Maret 2011

say no to WIFI IIUM


akhirnya emosi pun reda setelah WIFI ku tinggalkan dan beralih ke broadband... akhirnya berguna juga modem yang jauh2 dibawa dari indo...

goodbye WIFI IIUM yang jeleeek...lambaaaattt...

Read More......

Jumat, 04 Maret 2011

PHARMACIST WANNA BE

Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat farmasis bertanya pada ku,

"bang anung, boleh minta tolong ga..hhe, pengen wawancara live sih tapi susah, terbatas ruang dan waktu ^^, mau meminta pendapat ke bang anung mengenai:
pertama, gimana sih seharusnya mahasiswa farmasi yg baik dan benar kalo lulus besok bisa membawa farmasi menjadi bener bener farmasi dan bisa lepas dari bayang bayang doky, punya image... baru yg baik di masyarakat,

yg kedua peran ismafarsi agar lebih "keliatan" sebagai wadah orang orang cerdas dan bisa membantu/menyokong pertanyaan pertama itu gimana mas. hhe..

kalo bisa balesnya lewat message aja, cos mau ku muat di koran, ntar ga surprise lagi yg baca.. hhe... (*kalo perlu malah di bikin artikel sekalian, hauahahua *menghayal)

maaf kalo ngrepotin.. hhe".

hihi... dalam hati ku langsung berucap, "waduh, masalahnya yang ditanya ini belum pernah merasakan menjadi MAHASISWA FARMASI YANG BAIK. Namun, insyaallah walau bagitu, tetap ada pengalaman yang bisa dishare.

Klo gak salah aq pernah mencoba menguraikan apa yang ada dalam pikiran ku dalam bentuk tulisan mengenai mahasiswa farmasi itu sendiri. Begini ni klo gak salah waktu itu nulisnya,

Proses pendidikan mahasiswa farmasi di perguruan tinggi di Indonesia di warnai oleh lingkungan internal yakni: faktor individu mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, fakultas/jurusan (kurikulum), sarana dan prasarana yang diharapkan menciptakan iklim yang kondusif dalam proses tersebut. 

Faktor lingkungan tersebut tentunya juga sangat lah  dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti stabilitas iklim farmasi dan dunia kesehatan yang harus kita sadari sangat banyak mempengaruhi faktor internal tersebut. Namun, bila kita ingin berbicara mengenai mahasiswa farmasi, maka yang jadi fokus kita adalah bagaimana kita mampu mem-figure out, atau memodifikasi faktor internal agar dapat menghadapi segala perubahan faktor eksternal.

Sebelum kita lebih jauh, kita harus terima dulu kenyataan bahwa pendidikan kefarmasian kita masih sebatas pada replika, belum sungguhan, dalam artian, masih banyaknya kekurangan dan ketidakjelasan di sana sini. Klo mau lebih jelasnya seperti apa, silahkan ikuti diskusi REPLIKA PENDIDIKAN FARMASI INDONESIA. Nah, kerangka berfikir kita sekarang adalah bagaimana kita seoptimal mungkin mampu menempatkan diri kita agar fit dengan kondisi tersebut dan siap bila sewaktu-waktu angin segar  perkembangan kefarmasian indonesia berhembus.

Hal pertama adalah kita harus meyakinkan diri kita bahwa kita telah yakin untuk berjuang di barisan kefarmasian indonesia. Bismillah, berikan motivasi pada diri kita bahwa seburuk apapun kondisi kefarmasian Indonesia justru akan memberikan peluang kita untuk berkarya di dalamnya. Hal ini akan mendorong diri kita untuk semakin ingin tau bagaimana kefarmasian itu. Contoh mudahnya, kita akan berusaha melahap semua berita yang berhubungan dengan kefarmasian.

Perluaslah wawasan dan cakupan pengetahuan kita tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap dunia kefarmasian. Targetnya bukanlah untuk mencari solusi, karena jelas mahasiswa apalagi tingkat awal, belum mampu memberikan solusi, tapi target minimumnya, akan timbul pertanyaan-pertanyaan mendasar. Sebagai contoh, Indonesia sempat diributkan dengan susu tercemar E. sakazaki, maka secara cepat dan cermat respon seorang mahasiswa farmasi adalah berusaha mencari tau berita itu, apa siy hubungannya dengan apoteker, dan terus berbagai pertanyaan akan muncul. Mahasiswa baru sampai pada taraf mencari penjelasan sejelas jelasnya terhadap masalah yang timbul dalam pikirannya.  Hal ini akan membawa pada aktifitas diskusi yang timbul antar sesama mahasiswa. Mumpung masih jadi mahasiswa banyak-banyaklah diskusi, karena banyak ilmu yang bisa kita peroleh dari diskusi tersebut.

Selanjutnya, cari tau potensi dan minat terhadap bidang kefarmasian. As we know, kefarmasian ini adalah ilmu yang luas dan menjadi suatu hal yang mustahil bila kita ingin menguasai semuanya. Camkan bahwa farmasis perlu spesialisasi, walaupun belum ada spesialisasi yang ditawarkan dari kurikulum, tapi kita harus memulai pada diri kita untuk menentukan minat kita. Mulailah untuk kembali melihat kurikulum apa yang sedang mahasiswa farmasi hadapi dan jalani. Pelajarilah kompetensi-kompetensi seorang farmasis yang terspesialisasi. Ambil sebagai contoh, bila kita minat pada klinikal farmasi, maka kita akan memperkuat basis kelilmuan kita terhadap penyakit pasien dan seputarnya a.k.a patient oriented, tapi bila kita ingin menjadi pharmaceutical engineering maka perkuatlah basis science pharmacy kita. Pada intinya kenalilah minat kita.

Ambil contoh kasus yang lain yaa... hal ini terutama mereka yang minat terhadap klinikal farmasi. Sejauh mana kalian telah akrab dengan IONI, ISO, MIMS? Apakah buku2 tersebut telah menjadi kawan belajar kalian setiap malam, atau hanya sebagai kawan tidur? Pernahkan kalian mencoba berdiskusi dengan temen-temen sesama mahasiswa fakultas kesehatan, misal dengan mahasiswa kedokteran atau ilmu keperawatan? Perlebarlah jaringan! kejarlah kompetensi kalian ! Mulailah membentuk komunitas diskusi atau  forum diskusi, atau semacamnya! Biasakanlah dengan hal-hal tersebut!

Bagaimana dengan organisasi kemahasiswaan? Jawabannya mutlak bagi mahasiswa farmasi harus ikut dan terlibat aktif di dalamnya. Selain alasan klasik yang sering di dengan untuk menambah pengalaman dan wawasan softskill, keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan akan mempermudah dalam pencapaian misi, terutama yang diberikan penekanan BOLD pada paragraf di atas.

Nah, hal ini pulalah yang berlaku pada ISMAFARSI sebagai organisasi resmi mahasiswa farmasi. ISMA harus mampu berperan sebagai wadah pencapaian misi tersebut. ISMAFARSI harus mampu menjembatani antara hubungan mahasiswa dengan organisasi mahasiswa kesehatan lainnya. ISMAFARSI harus mampu membentuk forum-forum diskusi aktif antar mahasiswa, dan bahkan ISMA harus mampu melinkkan mahasiswa farmasi dengan instansi dan organisasi kesehatan. ISMA harus mampu menghimpun langkah gerak seluruh mahasiswa farmasi.

Read More......

a little bit stress life

hmm, sudah beberapa hari ini tidak mampir di blog ini. Well, insyaallah sekarang da waktu. So, get ready ya..hihihi

sebenarnya hari ni bukan mau nulis ini, karena sebenarnya ada sedikit tulisan yang udah kepikiran mau ditulis tentang kefarmasian. Apalagi trit Farmasi kembali memunculkan topik diskusi hangat.

Untuk saat ini, aq masih terjebak di a little bit stress in my life. Masih harus tidur di atas jam 4 pagi, walaupun mata dah mengantuk, tapi pikiran tetep bergerak ke sana ke mari. Alhasil, untuk menuju mata terlelap merupakan sesuatu proses panjang.

Tapi mencoba mulai berbenah, dimulai dari hal-hal kecil dulu deh seperti membereskan kamar tentunya. Hihihi, walaupun hanya mengencangkan sprei tempat tidur, tapi bisa memberikan dorongan semangat kembali. Alhamdulillah.

Huuuaa.. entah kenapa niy malah pas mau ditulis, eee ilang semua yang ada dipikiran. BTW, yaudah lah yak.. pokoknya, tiap detik dalam hidup itu bila kita pintar ntuk memaknai, maka akan ada peningkatan walau kecil.

Read More......